⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: CNBC Indonesia · CNN Indonesia · Detik · Kompas · Liputan6 · Okezone
Okezone menekankan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax mencapai Rp16.250 per liter, yang menarik perhatian DPR untuk meminta penjelasan. Kompas menekankan dampak negatif dari kenaikan harga Pertamax terhadap ekonomi masyarakat, serta pentingnya transparansi pemerintah. CNN Indonesia menekankan keamanan pasokan BBM meskipun harga Pertamax naik. CNBC mencatat perhatian pemerintah terhadap kemungkinan migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Perbedaan utama terletak pada fokus media, yang satu lebih pada harga dan regulasi, sementara yang lainnya menggarisbawahi dampak sosial dan ekonomi.
Harga Dexlite mengalami penurunan signifikan dari Rp 26.000 menjadi Rp 23.000 per liter. Penurunan ini baik bagi pengguna kendaraan diesel.
Harga BBM di seluruh SPBU Indonesia mengalami penyesuaian pada 1 Juni 2026. Beberapa produk terjadi penurunan, sementara Pertamax mengalami kenaikan harga.
Harga BBM diperbarui pada Juni 2026. Pertamina, Shell, dan BP mengalami penyesuaian harga, dengan beberapa harga naik dan beberapa turun.
Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM mulai 10 Juni 2026. Penyesuaian ini berlaku di seluruh Indonesia dengan variasi harga.
PT Pertamina menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Penyesuaian ini berlaku secara nasional dan mencakup berbagai jenis BBM.
Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Kenaikan harga mengikuti evaluasi pasar dan regulasi pemerintah.
Harga BBM Pertamina naik mulai hari ini 10 Juni 2026. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green mengikuti proses evaluasi sesuai regulasi pemerintah.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter disampaikan oleh Cak Imin. Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan percaya pada pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi relatif minim. Harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250/liter.
Menteri Keuangan Purbaya menyatakan harga BBM naik tidak berdampak signifikan terhadap inflasi. Angkutan barang tidak menggunakan Pertamax.
Menteri Purbaya menyatakan kenaikan harga Pertamax tidak berdampak besar terhadap inflasi. Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter, menunjukkan langkah realistis pemerintah mengurangi beban APBN. Disparitas harga dengan Pertalite juga meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan berdampak signifikan kepada inflasi. Pertamax bukan bahan bakar utama untuk transportasi barang.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 berpotensi memicu masyarakat beralih ke Pertalite. DPR RI sedang menghitung dampak dan kemungkinan stimulus untuk mengatasi kenaikan ini.
Menurut DPR, kenaikan harga Pertamax akan berdampak pada inflasi. Diskusi stimulus untuk masyarakat yang terdampak sedang dibahas.
Kenaikan harga Pertamax diperkirakan akan mengubah pola konsumsi BBM masyarakat. Pemerintah masih melakukan perhitungan dampak inflasi yang mungkin timbul.
Misbakhun menyatakan banyak orang akan beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax naik. Kenaikan ini dapat memicu inflasi yang masih dalam perhitungan.
Anggota DPR Mufti Anam kecewa dengan kenaikan harga BBM Pertamax yang mendadak. Ia menuntut transparansi pemerintah dalam pengambilan kebijakan tersebut.
Harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
DPR dan pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga Pertamax. Dampaknya terhadap inflasi masih dalam perhitungan.
Harga Pertamax dan Pertamax Green naik, pemerintah dan DPR siapkan stimulus untuk antisipasi inflasi. Diskusi stimulan masih dalam tahap perumusan.
Pemerintah tengah merumuskan stimulus untuk masyarakat usai kenaikan harga Pertamax. Harga Pertamax baru kini Rp 16.250 per liter.
Pemerintah sedang menyiapkan stimulus untuk meredam dampak kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku. Rencana ini akan dilaporkan kepada Presiden sebelum diumumkan.
Media di Singapura dan Malaysia melaporkan kenaikan harga Pertamax di Indonesia. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Kenaikan harga Pertamax sesuai mekanisme pasar akibat lonjakan harga minyak dunia. Dony Oskaria menjelaskan pentingnya penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter diakui sebagai hal yang lumrah dan mengikuti harga minyak dunia. Dony Oskari menjamin dampaknya terhadap inflasi tidak signifikan.
Kenaikan harga Pertamax mengkhawatirkan inflasi dan daya beli masyarakat. Pemerintah menilai dampaknya relatif terbatas, meskipun ada proyeksi inflasi mendekati 4 persen.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250/liter. Pemerintah siapkan stimulus untuk antisipasi inflasi ke depan.
Danantara Indonesia membantah kenaikan harga Pertamax disebabkan oleh kondisi keuangan Pertamina yang menipis. Penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar.
Kenaikan harga Pertamax disebabkan oleh mengikuti harga pasar dan perkembangan harga minyak dunia. Dony Oskaria menegaskan bahwa ini sesuai aturan.
Dony Oskaria membantah bahwa kenaikan harga Pertamax disebabkan oleh kondisi keuangan Pertamina. Kenaikan sesuai perkembangan harga minyak dunia.
Pertamina memaparkan ketersediaan stok Pertalite di DIY setelah penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green. Stok BBM di DIY dinyatakan aman dan stabil.
Dony Oskaria menanggapi kenaikan harga Pertamax mengikuti harga pasar. Kenaikan ini telah disetujui oleh Kementerian ESDM.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter semakin menekan kelas menengah yang tidak mendapatkan bantuan sosial. Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah konkret.
Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga ketersediaan pasokan energi nasional.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter. Penyesuaian harga ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan harga BBM domestik.
Kritik muncul terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap membebani masyarakat. Kenaikan ini dapat meningkatkan biaya distribusi dan produksi.
Kenaikan harga Pertamax terjadi per 10 Juni 2026 di seluruh provinsi. Harga bervariasi antara Rp15.250 hingga Rp17.000 per liter berdasarkan lokasi.
Harga BBM nonsubsidi Pertamax meningkat menjadi Rp 16.250 per liter, menimbulkan perbedaan pandangan tentang dampaknya terhadap inflasi.
Harga bahan bakar minyak kembali naik mulai 10 Juni 2026. Penyesuaian ini membuat masyarakat perlu merogoh kocek lebih dalam.
Harga Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan akibat kondisi pasar. Dony Oskaria menilai penyesuaian harga tersebut sudah seharusnya dilakukan.
Kenaikan harga Pertamax membuat beban ekonomi kelas menengah semakin berat dan dapat meningkatkan risiko tekanan pada APBN.
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green membebani kelas menengah dan meningkatkan risiko pada APBN. Penggunaan BBM subsidi diprediksi akan meningkat.
Kenaikan harga Pertamax diharapkan dapat mengurangi beban APBN dan menjaga kepercayaan investor. Namun, ada risiko inflasi yang perlu dicermati.
Kenaikan harga BBM berpotensi mempengaruhi inflasi. BI telah menaikkan BI Rate untuk mengantisipasi dampak tersebut dan menjaga stabilitas ekonomi.
Harga BBM nonsubsidi naik berpotensi meningkatkan inflasi. Bank Indonesia optimis inflasi masih dalam sasaran melalui kebijakan moneter.
Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mengalami kenaikan. Pemerintah menyiapkan stimulus untuk meredam dampak kenaikan ini bagi masyarakat.
Harga BBM di seluruh Indonesia naik per 10 Juni 2026, termasuk di SPBU Pertamina, BP-AKR, dan Vivo. Penyesuaian harga mengikuti regulasi dan evaluasi berkala.
Harga asli BBM Pertamax saat ini berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter. Harga yang dijual di SPBU resmi adalah Rp 16.250 per liter.
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax untuk menjaga keseimbangan harga dan kelangsungan pasokan. Penyesuaian harga penting untuk ketahanan stok.
Kenaikan harga Pertamax dapat mempercepat perpindahan konsumsi ke Pertalite. Penanganan migrasi konsumen perlu perhatian untuk menjaga pasokan dan kuota.
Harga Pertamax dan Pertamax Green naik signifikan mulai 10 Juni 2026. Kenaikan ini dinilai sebagai langkah pemerintah untuk mengurangi beban APBN.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter akibat fluktuasi harga minyak global. Penetapan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan naik.
Kementerian ESDM memastikan harga Pertalite dan Solar subsidi tidak akan naik. Hal ini untuk menjaga daya beli masyarakat kecil.
Kenaikan harga Pertamax berdampak pada migrasi konsumen ke BBM subsidi dan daya beli masyarakat. Pemerintah perlu mengantisipasi dampak inflasi dan stabilitas pasokan.
Kenaikan harga Pertamax dapat memicu migrasi konsumen ke Pertalite. Pertamina mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan energi.
Ketua DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan pentingnya pengendalian inflasi menyusul kenaikan harga Pertamax. Opsi stimulus dan insentif sedang dibahas untuk menjaga daya beli masyarakat.
Harga BBM Pertamax dan Pertamax Green naik mulai 10 Juni 2026. Grab tetap memantau dampak harga ini terhadap mitra pengemudi dan pengguna.
Kenaikan harga Pertamax berisiko tinggi memicu migrasi ke Pertalite, meningkatkan beban subsidi pemerintah. M Riza mengingatkan perlunya pengendalian yang lebih tepat sasaran.
Warga enggan beralih dari Pertamax meski harga Pertamax naik. Mereka khawatir akan dampak pada mesin kendaraan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax dinilai wajar oleh pengamat. Hal ini diperlukan untuk mengurangi tekanan keuangan Pertamina akibat biaya pengadaan yang meningkat.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250, namun masih lebih rendah dibanding harga BBM dunia. Andre Rosiade yakin pemerintah tetap berpihak kepada rakyat.
Harga Pertamax mengalami penyesuaian menjadi Rp 16.250/liter untuk menjaga kestabilan pasokan BBM. Pemerintah menganggap langkah ini penting untuk ketahanan energi.
Kenaikan harga Pertamax tidak terhindarkan, namun harga BBM subsidi dijamin tidak naik untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pengamat ekonomi mengingatkan pemerintah untuk menambah kuota Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax. Hal ini untuk menghindari potensi kelangkaan.
Kementerian ESDM memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik meskipun harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian. Ini untuk menjaga kelompok rentan terutama masyarakat miskin.
Kementerian ESDM waspadai peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga. Antisipasi dilakukan melalui pengawasan dan penggunaan QR Code.
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan faktor-faktor lain.
Harga BBM non subsidi RON 92 di negara tetangga berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Penyesuaian harga di Indonesia masih bawah harga keekonomian.
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter. Purbaya menyatakan perpindahan konsumen ke Pertalite mungkin terjadi, tetapi tidak semua pengguna akan beralih.
DPR dan pemerintah sedang membahas insentif bagi masyarakat setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax. Dampak inflasi dari kenaikan harga ini masih perlu dikalkulasi lebih lanjut.
DPR dan pemerintah membahas insentif untuk masyarakat setelah kenaikan harga Pertamax. Dampak inflasi dari kenaikan ini diperkirakan akan terjadi.
Harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green akan naik mulai 10 Juni 2026. Pertamina menegaskan akan menjaga ketersediaan energi bagi rakyat.
Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green, tetapi harga BBM subsidi tidak berubah. Simon menjelaskan penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi global.
Menteri Purbaya merespons ajakan untuk beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax naik. Pemerintah sedang mempersiapkan langkah mitigasi untuk antisipasi pergeseran konsumsi.
Menteri Keuangan Purbaya mengkritisi ajakan pindah ke Pertalite, meyakini tidak semua konsumen Pertamax akan beralih. Data akurat tentang migrasi ke BBM tersebut harus ditanyakan kepada Kementerian ESDM.
Misbakhun menanggapi kenaikan harga Pertamax dan mendorong kebijakan mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Beberapa langkah stabilisasi menunjukkan sinyal positif.
DPRD DKI Jakarta mendorong rasionalisasi APBD 2026 untuk mitigasi risiko ekonomi. Penyesuaian anggaran dianggap perlu untuk menjaga program pembangunan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi nasional relatif minim.
Harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green 95 mengalami kenaikan yang signifikan. Kementerian ESDM menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga tersebut.
Harga BBM Pertamina hari ini tidak mengalami perubahan untuk subsidi. Penyesuaian harga non-subsidi telah dilakukan sesuai evaluasi pasar.
Pertamina mengungkap risiko jika harga BBM tidak naik menjadi Rp16.250. Kenaikan harga BBM diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan energi di dalam negeri.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250/liter. Kenaikan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan kondisi geopolitik.
PT Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter akibat kondisi geopolitik dan harga minyak global. Penyesuaian ini juga mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga Pertamax yang signifikan berdampak negatif bagi ekonomi, terutama bagi masyarakat kelas menengah. Pemerintah diminta menjelaskan mekanisme penentuan harga ini.
Ahli menyebut harga keekonomian BBM Pertamax idealnya antara Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per liter, sedangkan harga jual saat ini Rp 16.250.
Kementerian ESDM mengambil langkah mitigasi untuk mencegah pergeseran konsumsi BBM ke Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax. Pengawasan distribusi akan diperketat melalui sistem QR Code.
Pemerintah sedang mempertimbangkan stimulus untuk merespons kenaikan harga BBM Pertamax. Bahlil menegaskan belum ada keputusan resmi yang diambil.
Pemerintah sedang mengkaji pemberian stimulus terkait kenaikan harga Pertamax. Belum ada keputusan resmi mengenai insentif ini.
PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM non subsidi mulai 10 Juni 2026. Artikel ini menganalisis dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi dan ekonomi RI.
Kementerian ESDM mengantisipasi pergeseran konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga. Pemerintah memperketat pengawasan kuota Pertalite.
Ratna meminta Pertamina dan pemerintah menjelaskan transparan penyebab kenaikan harga Pertamax. Kenaikan ini dikhawatirkan berdampak negatif pada ekonomi masyarakat.
Harga bensin nonsubsidi di Indonesia mengalami kenaikan, termasuk Pertamax dan varian lainnya. Pertamina bersaing dengan perusahaan swasta dalam menawarkan harga BBM.
Pemerintah menaikkan harga Pertamax akibat penguatan harga minyak global. Namun, harga BBM subsidi tetap ditahan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah memperketat sistem QR Code untuk mencegah pergeseran pengguna BBM nonsubsidi ke Pertalite. Kesadaran masyarakat dinilai lebih penting dalam penggunaan BBM subsidi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan kenaikan harga Pertamax yang mengikuti harga minyak dunia. BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
Harga BBM nonsubsidi Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan ini memunculkan perhatian dari DPR RI untuk meminta penjelasan.
Harga Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan signifikan. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman untuk masyarakat.
Pemerintah menjelaskan bahwa harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia karena merupakan BBM non-subsidi. BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan harga.
Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter hingga pertengahan Juni 2026. Ketersediaan BBM subsidi ini terjamin di seluruh Indonesia.