⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan langkah proaktif pelajar korban lakalantas yang datang ke BNI dengan troli pasien untuk mengurus Program Indonesia Pintar. Di sisi lain, Detik menyoroti pernyataan BNI yang menegaskan bahwa kedatangan siswa menggunakan ambulans bukan merupakan arahan resmi. Perbedaan utama terletak pada sudut pandang: Kompas fokus pada inisiatif pelajar, sedangkan Detik menekankan klarifikasi dari pihak BNI.
BNI menyelesaikan proses aktivasi rekening PIP bagi siswa meski datang menggunakan ambulans. Mereka menegaskan tidak ada arahan untuk datang dengan cara tersebut.
Pelajar korban lakalantas datang ke BNI menggunakan troli pasien untuk mengurus Program Indonesia Pintar. Proses aktivasi rekening telah selesai.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membantah bahwa pihaknya meminta seorang siswa yang sedang sakit dibawa menggunakan tempat tidur ambulans ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam, Sumatera Utara. BNImenegaskan, kedatangan siswa untuk mengurus aktivasi rekeningProgram…