⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Kompas menekankan bahwa meskipun terjadi pengurangan saldo anggaran, pemerintah tetap mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan fokus pada investasi untuk pembangunan. Liputan6 menyoroti meningkatnya belanja negara yang diharapkan dapat dikelola lebih efisien meskipun angka belanja bengkak. Detik menggarisbawahi defisit yang signifikan dalam operasional pemerintah dan menanyakan tujuan dari sisa anggaran yang kecil. Perbedaan utamanya adalah Kompas lebih positif mengenai stabilitas keuangan, sementara Detik dan Liputan6 menyoroti masalah defisit dan pengelolaan belanja.
Pemerintah mencatat saldo anggaran lebih akhir dari APBN 2025 mencapai Rp 438,26 triliun. Defisit operasional dan non-operasional total mencapai Rp 532,99 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan realisasi belanja negara 2025 mencapai Rp 3.435,46 triliun. Kebijakan efisiensi belanja menghasilkan penghematan Rp 306,7 triliun.
Pemerintah mencatat pendapatan negara Rp 2.765 triliun dan perbaikan indikator kesejahteraan dengan pengangguran turun ke 4,85 persen.
Pemerintah menyatakan posisi SAL tetap kuat meskipun terjadi perubahan dan defisit dalam laporan operasional. Arus kas negatif pada investasi menunjukkan komitmen untuk pembangunan.