⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Kompas menekankan pencatatan tujuh IPO hingga Juli 2026 dan mengindikasikan kemungkinan revisi target karena realisasi yang masih rendah. Liputan6 menekankan jumlah perusahaan yang sedang dalam proses IPO, termasuk dua yang memiliki aset jumbo, serta total dana yang dihimpun. Detik menekankan opsi revisi target IPO karena antrean perusahaan yang sepi. Perbedaan utama adalah fokus Kompas pada revisi dan target jangka panjang, sedangkan Liputan6 dan Detik lebih menyoroti perkembangan dan kondisi saat ini dari IPO.
Masih terdapat enam perusahaan yang antre untuk IPO di Bursa Efek Indonesia. Tercatat juga lima perusahaan sudah mencatatkan saham dengan total dana Rp 1,67 triliun.
Bursa Efek Indonesia melaporkan enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Dana yang dihimpun sampai kini mencapai Rp 1,67 triliun.
BEI membuka opsi untuk merevisi target IPO tahun ini karena antrean sepi. Saidu Solihin menilai target masih dapat dicapai jika kondisi pasar membaik.
BEI menyatakan minat IPO masih tinggi dengan lima perusahaan siap menghimpun dana Rp 2,47 triliun. Namun, aktivitas IPO tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
BEI mempertimbangkan revisi target 50 IPO untuk 2026, dengan realisasi sementara baru mencapai enam perusahaan. Minat terhadap pasar modal tetap tinggi.
Empat perusahaan sedang dalam proses IPO di BEI dengan total dana mencapai Rp 2,16 triliun. Dua di antaranya memiliki aset jumbo.
BEI telah mencatat tujuh IPO hingga Juli 2026, dengan empat perusahaan masih antre. Target mencapai 1.100 perusahaan pada 2030.