⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan pentingnya koordinasi antara pihak kampus dan kementerian serta aparat keamanan untuk menangani insiden secara transparan. Di sisi lain, Detik menyoroti tanggung jawab TNI dalam insiden tersebut dan langkah cepat menghentikan latihan tembak. Perbedaan utamanya terletak pada fokus Kompas yang lebih pada upaya penanganan dan transparansi, sementara Detik menekankan pada tindakan tanggung jawab dan respons langsung dari TNI.
Dua orang mengalami luka tembak akibat peluru nyasar di Universitas Negeri Padang. TNI memastikan akan bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menghentikan latihan sementara.
Rektor UNP Krismadinata melaporkan insiden peluru nyasar yang melukai mahasiswanya kepada kementerian dan aparat keamanan. Koordinasi dilakukan untuk menangani kasus ini secara transparan.