⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan upaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mencari lokasi alternatif untuk Pusat Finansial Internasional, yang tidak termasuk IKN. Kompas menggarisbawahi penolakan IKN karena dianggap terlalu sepi, dengan Bali sebagai opsi. Detik juga menyoroti penilaian Purbaya terhadap IKN yang sepi dan fokus pada pertimbangan lokasi lain, termasuk Bali. Perbedaan utama terletak pada cara penyampaian penolakan terhadap IKN; sementara beberapa sumber menekankan upaya mencari alternatif, yang lain lebih menonjolkan justifikasi penolakan lokasi tersebut.
Pemerintah Indonesia mempercepat penyusunan hukum untuk Pusat Finansial Internasional. Lokasi masih dibahas, kemungkinan besar di Bali.
Menteri Purbaya menolak IKN sebagai Pusat Finansial Internasional karena dinilai terlalu sepi. Alternatif lokasi yang dibahas adalah Bali.
Pemerintah Indonesia sedang merencanakan pembentukan International Financial Center (IFC) namun masih mempertimbangkan lokasi lain. IKN dinilai terlalu sepi untuk dijadikan pusat finansial.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut beberapa lokasi untuk pendirian Pusat Finansial Internasional, bukan di IKN. Bali menjadi salah satu alternatif.