⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: CNBC Indonesia · CNN Indonesia · Detik · Kompas · Liputan6
CNBC menekankan kombinasi keputusan pembagian dividen dan program buyback saham sebagai sinyal kepercayaan terhadap pertumbuhan perusahaan. Kompas menggarisbawahi risiko yang dihadapi Telkom dengan penurunan kinerja saham dan laba, yang menimbulkan kekhawatiran pasar. Detik lebih fokus pada detail rencana buyback dan pembagian dividen sebagai strategi peningkatan nilai pemegang saham. Perbedaan utama terletak pada penekanan CNBC dan Detik terhadap optimisme pertumbuhan, sementara Kompas menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan.
PT Telkom Indonesia berencana melakukan buyback saham senilai Rp 4 triliun yang akan berlangsung dari 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Manajemen menyatakan buyback tidak berdampak negatif pada operasional.
Telkom akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk membahas laporan tahunan, dividen, dan rencana buyback saham. Semua keputusan bergantung pada persetujuan pemegang saham.
PT Telkom Indonesia akan membagikan dividen tunai Rp21,9 triliun setara Rp221 per saham. Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja Perseroan.
RUPS Telkom mengumumkan penunjukan dua komisaris baru dan pembagian dividen sebesar Rp 21,9 triliun. Dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap pertumbuhan Telkom.
PT Telkom Indonesia membagikan dividen tunai Rp 21,9 triliun kepada pemegang saham. RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham senilai Rp 4 triliun.
Telkom melakukan perubahan jajaran komisaris dan mengeksekusi strategi transformasi TLKM 30 untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pendapatan tercatat mencapai Rp146,74 triliun.
PT Telkom Indonesia (TLKM) akan melakukan buyback saham Rp4 triliun dan membagikan dividen tunai Rp21,9 triliun kepada pemegang saham. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai pemegang saham.
Telkom menggelar RUPST 2025 dan menyetujui pembagian dividen Rp21,9 triliun serta program buyback saham. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap arah pertumbuhan perusahaan.
PT Telkom Indonesia mengumumkan dividen tunai sebesar Rp 21,9 triliun untuk tahun buku 2025. RUPST juga menyetujui buyback saham sebesar Rp 4 triliun.
PT Telkom Indonesia akan membagikan dividen tunai Rp21,9 triliun dan melakukan buyback saham Rp4 triliun. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham pada pertumbuhan perusahaan.
PT Telkom Indonesia mengumumkan rencana buyback saham sebesar Rp 4 triliun setelah RUPST. Ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
Telkom telah membagikan dividen Rp21,9 triliun kepada pemegang saham setelah RUPST tahun buku 2025. Pembayaran dividen menunjukkan kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan.
PT Telkom Indonesia mengalami penurunan signifikan pada sahamnya dan laba kuartal I-2026 turun 22 persen. Muncul kekhawatiran pasar terhadap kinerja perusahaan.
PT Telkom Indonesia menyetujui pembagian dividen Rp21,9 triliun di RUPST tahun 2025. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan pemegang saham pada transformasi perusahaan.
PT Telkom Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,99 triliun. Pembayaran dividen direncanakan pada 10 Juli 2026.