⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Kompas · Liputan6
Kompas menekankan pernyataan berbagai pihak, termasuk Pertamina dan TNI, untuk menegaskan bahwa antrean BBM di Medan bukan karena kelangkaan, tetapi terkait masalah distribusi dan keberadaan sopir. Liputan6 menekankan adanya pernyataan Gubernur Bobby Nasution mengenai kelangkaan BBM yang disebabkan oleh gangguan distribusi. Perbedaan utama dalam framing ini terlihat pada fokus Kompas yang cenderung menegaskan klaim keamanan pasokan BBM, sementara Liputan6 menyoroti isu kelangkaan yang turut melibatkan pihak pemerintahan.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta TNI-Polri membantu distribusi BBM menyusul antrean panjang di SPBU. Ia juga mengkritik Pertamina atas masalah komunikasi.
Gubernur Bobby Nasution dan Pertamina menjelaskan berbeda penyebab antrean BBM di Sumut. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat distribusi agar tidak terganggu lebih lama.
Kota Medan mengalami kelangkaan BBM akibat masalah distribusi. Gubernur Bobby Nasution mengungkapkan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini.
Antrean BBM di Deli Serdang terus berlangsung, mempengaruhi para kurir yang kesulitan mendapatkan bahan bakar. Pertamina berupaya mempercepat distribusi untuk mengurangi antrean.
Pertamina melibatkan TNI untuk membantu distribusi BBM di Sumut. Gubernur menegaskan bahwa antrean panjang bukan karena kelangkaan BBM.
Prajurit TNI ditugaskan sebagai sopir truk tangki BBM untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Antrean panjang di SPBU bukan karena kelangkaan, namun masalah pengemudi.
Antrean BBM di Sumut dipicu oleh tidak tersedianya pengemudi mobil tangki, tetapi stok BBM masih aman. Pertamina membantah adanya PHK massal sopir.
TNI mengerahkan 18 prajurit untuk membantu distribusi BBM di Sumatera Utara, bukan menggantikan tugas Pertamina. Bantuan bersifat sementara hingga distribusi normal.
Pertamina setuju untuk menambah armada truk tangki BBM untuk mengatasi antrean panjang di SPBU. Sopir akan dikoordinasikan dengan TNI dan Polri.
Awak tangki menegaskan mereka siap bekerja meski terjadi gangguan distribusi BBM di Sumut. Pertamina juga membantah adanya aksi mogok oleh sopir tangki.
Pertamina Patra Niaga membantah isu mogok sopir tangki di Medan, dan memastikan distribusi BBM terus berjalan. Mereka meminta masyarakat tidak panik terkait kebutuhan BBM.
Pertamina membantah isu transporter mogok dan memastikan distribusi BBM berjalan normal di Sumatra Utara. Masyarakat diimbau tidak terprovokasi informasi tidak terverifikasi.