⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: CNBC Indonesia · CNN Indonesia · Detik · Kompas
Kompas menekankan penurunan harga minyak yang disebabkan oleh harapan kesepakatan damai antara AS dan Iran. CNN Indonesia menyoroti pembatalan serangan Trump terhadap Iran sebagai faktor penyebab penurunan harga minyak. CNBC menekankan penurunan harga minyak yang signifikan dalam waktu singkat akibat situasi geopolitik yang memburuk. Secara umum, perbedaan utama antara sumber-sumber ini terletak pada fokus mereka, apakah pada harapan damai, keputusan politik, atau reaksi pasar yang cepat dalam konteks ketegangan geopolitik.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dollar AS per barrel setelah Israel menyerang Lebanon kembali. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian di pasar energi.
Harga minyak mentah dunia naik signifikan lebih dari US$ 2 per barel karena serangan Israel ke Lebanon. Ketegangan antara negara terus meningkat terkait gencatan senjata.
Harga minyak naik drastis akibat serangan Israel ke Lebanon meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata. Prospek pasokan minyak semakin terhambat.
Harga minyak naik 5% di tengah ketegangan antara Iran dan Israel dengan serangan balasan terjadi. OPEC+ juga setuju untuk meningkatkan target produksi.
Harga minyak dunia melonjak karena ketegangan antara Iran dan Israel meningkat. OPEC+ sepakat menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barrel per hari.
Harga minyak melonjak setelah serangan militer AS terhadap Iran. Pasar minyak diperkirakan dapat menyerap gangguan meskipun konflik meningkat.
Harga minyak dunia melonjak setelah Iran menutup Selat Hormuz akibat serangan baru oleh AS. Hal ini meningkatkan ketegangan pasar energi global.
Harga minyak melonjak setelah Iran menutup Selat Hormuz, meningkatkan ketegangan di pasar energi global. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Harga minyak dunia melonjak setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Keputusan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Harga minyak dunia mengalami penurunan hingga 7% hanya dalam seminggu. Situasi geopolitik yang memburuk antara AS dan Iran berkontribusi pada penurunan ini.
Harga minyak dunia turun setelah Trump membatalkan serangan terhadap Iran. Pasar belum sepenuhnya stabil akibat ketegangan yang terus berlanjut.
Harga minyak dunia kembali melemah dan menyentuh level terendah sejak awal Maret 2026. Pasar berharap kesepakatan AS-Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz.