⚑ Diberitakan duluan oleh Okezone · liputan: Liputan6 · Okezone
Liputan6 menekankan bahwa industri pengolahan adalah penopang utama ekspor Indonesia meskipun ada defisit di sektor migas. Liputan6 juga menyampaikan bahwa neraca perdagangan nonmigas tetap surplus meski secara keseluruhan mencatat defisit. Okezone menekankan bahwa defisit neraca perdagangan ini merupakan yang pertama dalam 72 bulan, dengan penekanan pada tekanan yang dihadapi sektor migas sebagai penyebab utama. Perbedaan utamanya terletak pada fokus; Liputan6 mengedepankan surplus nonmigas, sedangkan Okezone menyoroti dampak negatif dari defisit total.
Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD1,61 miliar pada Mei 2026 setelah 72 bulan surplus. Defisit disebabkan oleh tekanan pada sektor migas.
Neraca dagang Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit US$ 1,61 miliar. Namun, neraca perdagangan nonmigas tetap surplus US$ 2,15 miliar.
Kementerian Perdagangan melaporkan kinerja perdagangan nonmigas yang kuat mendukung surplus perdagangan Indonesia meskipun ada defisit di sektor migas.