⚑ Diberitakan duluan oleh Liputan6 · liputan: Liputan6 · Okezone
Liputan6 menekankan bahwa rupiah menguat di tengah ketegangan konflik AS-Iran, tetapi tetap rentan karena perkembangan geopolitik yang berlangsung. Okezone menyoroti bahwa rupiah melemah hingga Rp17.995 akibat sentimen negatif dari ketegangan yang meningkat. Perbedaan utama dalam framing terletak pada penekanan Liputan6 pada penguatan rupiah bersamaan dengan ketegangan, sedangkan Okezone fokus pada kelemahan rupiah yang diakibatkan oleh situasi serupa.
Liputan6.com, Jakarta -Nilai tukar rupiahberhasil menguat terhadapdolarAmerika Serikat(AS) pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026).Rupiahditutup naik 71 poin atau 0,40% menjadi 17.851 perdolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 17.922 per dolar AS. Analis…
Nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan, dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik terkait negosiasi antara AS dan Iran.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dengan sentimen negatif domestik yang mempengaruhi kepercayaan pelaku pasar. Ini berdampak pada ekonomi Indonesia.
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan fluktuatif tetapi cenderung melemah pada 3 Juli 2026. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Rupiah menguat pada perdagangan Jumat, didorong oleh sentimen positif dari negosiasi AS-Iran. JISDOR mencatatkan penguatan mata uang Garuda.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.995 setelah menembus Rp18.000 per dolar AS. Sentimen negatif berasal dari ketegangan geopolitik yang meningkat.
Rupiah melemah menjadi 18.014 per dolar AS akibat ketegangan antara AS dan Iran. Konflik ini diprediksi akan mengganggu pasokan energi global.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS akibat ketegangan geopolitik yang meningkat. Hal ini berdampak negatif pada sentimen pasar.
Rupiah melemah terhadap dolar AS dipengaruhi ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi. Ini berdampak negatif pada sentimen pasar.
Rupiah menguat terhadap dolar AS, didorong oleh perkembangan positif terkait konflik AS-Iran. Namun, masih ada ketegangan yang berlangsung.