⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan alasan struktur rumah orang Eropa yang jarang dilengkapi AC sebagai respons terhadap gelombang panas. Detik fokus pada dilema masyarakat Eropa yang merasa terbebani oleh dampak lingkungan dan biaya terkait penggunaan AC meskipun suhu ekstrem meningkat. Selain itu, beberapa laporan Detik menyoroti perubahan pandangan warga Eropa terhadap kebutuhan AC di tengah ancaman cuaca yang mematikan. Perbedaan utama terletak pada penekanan Kompas pada aspek struktur bangunan, sementara Detik lebih pada dilema sosial dan perubahan panduan perilaku.
Gelombang panas yang melanda Eropa Barat menyebabkan suhu tinggi yang belum pernah terjadi. Prancis mengalami hari terpanas sepanjang sejarah, Inggris mencatat rekor panas bulan Juni, dan Spanyol mencapai suhu rata-rata harian tertinggi sejak 1950. Ada beberapa korban jiwa…
Beberapa wilayah di Eropa tengah menghadapi gelombang panas ekstrem beberapa hari belakangan ini. Bahkan suhunya memecahkan rekor paling panas selama 50 tahun belakangan ini di negara tertentu. Ketika menghadapi suhu panas, orang di Indonesia mungkin berpikir hal ini bisa…
Banyak orang Eropa sejak lama menganggap AC sebagai kemewahan tidak perlu, mahal, dan penyumbang emisi karbon. Namun, seiring musim panas di benua itu yang semakin panas dan merenggut korban, pandangan mulai berubah. Sepekan terakhir, 40 orang tewas tenggelam di Prancis saat…
Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang ataupun di kota-kota besar di Indonesia, terik musim panas yang lembap terasa lebih tertahankan berkat semburan udara dingin dari AC. Tapi di sebagian besar Eropa, solusinya justru jauh lebih sederhana: tutup tirai,…
Gelombang panas ekstrem di Eropa membuat masyarakat mempertimbangkan penggunaan AC. Banyak rumah tidak dilengkapi AC karena berbagai alasan.