⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan upaya pemerintah dalam menyediakan 700 sekolah swasta gratis untuk menampung siswa yang tidak lolos SPMB dan memastikan pendaftaran yang mudah bagi orang tua. Detik menyoroti komitmen pemerintah untuk mendanai siswa yang tidak diterima di sekolah negeri untuk sekolah swasta, mulai tahun ajaran 2026/2027. Sementara itu, Kompas juga mencatat pengakuan Dedi Mulyadi atas kesalahan yang menyebabkan protes orangtua murid. Perbedaan utama terletak pada fokus Kompas pada solusi langsung dan penegakan kebijakan, sementara Detik lebih menekankan pada komitmen jangka panjang.
Dedi Mulyadi mengakui kesalahan pemerintah terkait protes orangtua murid mengenai SPMB. Pemerintah memastikan pendidikan bagi siswa tidak mampu tetap terjamin.
Dedi Mulyadi menjanjikan pendidikan gratis bagi siswa yang tidak lolos SPMB 2026. Program ini khusus untuk siswa dari keluarga tidak mampu.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membiayai siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri melalui sekolah swasta. Kebijakan ini mulai berlaku tahun ajaran 2026/2027.
Disdik Jabar memastikan data pemetaan calon murid baru aman setelah gangguan akses saat pengumuman. Mereka juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 700 sekolah swasta gratis untuk menampung siswa tak lolos SPMB. Proses pendaftaran dimudahkan untuk kenyamanan orang tua.