⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan bahwa wacana pemangkasan anggaran pertahanan oleh Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengatasi kemiskinan, serta mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak. Detik menekankan bahwa pemerintah tidak merencanakan perubahan anggaran pertahanan dan menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Perbedaan utama terletak pada sikap Kompas yang lebih mendukung pembahasan pemotongan anggaran, sementara Detik menekankan stabilitas ekonomi dan ketidakberubahan anggaran.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kemungkinan pemangkasan anggaran TNI-Polri untuk mengatasi kemiskinan. TNI-Polri siap mendukung langkah tersebut.
Prabowo Subianto menyatakan akan memangkas anggaran pertahanan untuk mengurangi kemiskinan. Dewan juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan APBN.
Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin menilai operasional TNI terganggu jika anggaran pertahanan dikurangi. Prabowo Subianto juga mengisyaratkan pemangkasan anggaran.
Prabowo Subianto membuka kemungkinan pemangkasan anggaran TNI dan Polri untuk mengatasi kemiskinan. Pernyataan ini menuai respons dari berbagai pihak terkait pengelolaan anggaran.
Wacana pemangkasan anggaran pertahanan oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai bagian dari strategi negara. Kemenhan mendukung kebijakan ini demi kepentingan nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemotongan anggaran pertahanan mungkin dilakukan jika kondisi fiskal tertekan. Namun, saat ini kondisi fiskal Indonesia masih aman.
Pemerintah belum berencana mengubah anggaran pertahanan. Menteri Prasetyo Hadi menegaskan fundamental ekonomi masih kuat.
Presiden Prabowo Subianto memberikan isyarat untuk memangkas anggaran pertahanan. Namun, kondisi fiskal Indonesia masih dinyatakan aman oleh pejabat terkait.